Friday, May 22, 2015

Sedih

Aku sangat bersedih ya Allah
Padahal aku trcipta dari tanah
Dan segera kembali ke tanah
Tapi mengapa aku sering lalai mengingatMu?
Hati ini sangat sedih ya Tuhanku
Padahal aku tidak tahu dimana tempatku nanti
Surga atau neraka
Tapi masih juga aku sering brbangga?
Padahal aku tak tahu kapan waktu aku kembali
Kembali untuk menghadapmu
Tapi mengapa aku terlalu sibuk dengan dunia?
Padahal nerakamu begitu pedih ya Allah
Dan betapa banyak manusia yg ingkar padaMu
Shingga ia kekal dalam adzab
Tapi mengapa aku masih banyak tertawa?
Ya Allah, saat ini hatiku sangat sedih,
Hal ini juga dialami para saudaraku yang benar-benar takut padaMu

Aku bertawakal pada taqdirMu,
Kami hanyalah hamba yang berlumuran dosa,
Ampunilah kasihanilah kami..
KeputusanMu adil terhadap kami
Anugerahkan surga pada kami di akhirat
Dan jangan biarkan neraka menyentuh kami walau sedikit
Aamiin


By: Rokhland Rizal Muhammadi

Alhamdulillah, kabar yang sangat menggembirakan dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjiNya.

Allah berfirman:
أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ
لَهُمُ الْبُشْرَىٰ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۚ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
"Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertaqwa.
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang agung." (QS Yunus: 62-64)


وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ ۖ تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ
"Dan orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dimasukkan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan pengormatan mereka dalam (surga) itu ialah 'salaam'." (QS Ibrahim: 23)

Friday, May 15, 2015

Puisi 7: Usia

Semakin berkurang jatah usiaku,
Banyak diantara temanku yang sudah menikah,
Masing-masing kita akan menempuh jalan yang berbeda-beda,
Pesanku untukmu wahai makhluk Allah,
Ingatlah,
Dunia bukanlah tempatmu,
Tempat yang ditakdirkan untukmu tidak ada di sana,
Dunia hanyalah tempat sementara dan mengumpulkan bekal.
Allah akan memenuhi surga dan neraka,
Masing-masing penuh dengan manusia dan jin.
Itulah kehidupan akhirat yang kekal.

By : Rokhland Rizal Muhammadi

Puisi 6: Sabar

Assalamualaikum
Wahai jiwa-jiwa yang tenang,
Yang merindukan pertemuan denganNya,
Yang sedang tertimpa musibah,
Yang sedang menangis mengadukan masalahnya pada Tuhannya,
Tidaklah musibah itu menimpa dirimu melainkan dengan IzinNya,
Wahai jiwa yang mulia,
Rasakanlah, bersabarlah, ini adalah sunnatulloh
Agar kita menangis padaNya,
mengingat dosa-dosa kita,
meminta pertolongan padaNya,
Mustahil engkau mendekat padaNya jika engkau tidak bersedih.
Wahai jiwa yang tenang,
Hadapilah dengan sabar dengan mengharap ridhoNya.
Semoga engkau bisa bersabar,
Hingga engkau menemui hari perjumpaan denganNya,
Dalam keadaan yang diridhoiNya, wahai saudara yang kucintai.

By : Rokhland Rizal Muhammadi

Puisi 5: Maut

Wahai maut! Yang malaikat maut diutus Allah mencabut nyawa makhlukNya,
Engkaulah yang memisahkan antara ibu dan anaknya
Engkaulah yang memisahkan suami dan istri
Engkaulah yang mecabut jiwa beriman bertaqwa dengan lembut
Engkaulah yang mencabut jiwa kafir lagi durhaka dengan keras
Tak mengenal dimana ia berada, hanya perintah Allah yang kau taati
Namun engkau diutus agar menjadi pelajaran bagi manusia
Bahwa setelah maut,setiap insan akan mempertanggungjawabkan perbuatannya
Pada hakekatnya, setiap jiwa hanya sedang berjalan menuju mautnya
Sungguh sangat mengherankan!
Ada yang usianya semakin renta, malah membuat ia semakin cinta harta
Semakin banyak dikumpulkannya harta, satu gunung, dua gunung emas
Ketika engkau datang padanya, tak berguna semua yang dikumpulkannya,
Hanya iman dan amal perbuatan yang dia bawa, baik ataupun buruk
Wahai jiwa-jiwa yang merindukan Allah, wahai jiwa yang tenang!
Yang rindu menghadap padaNya dalam keadaan baik
Taatilah perintah dan jauhi apa yang dilarangNya!
Sungguh, jangan sampai pekerjaanmu membuatmu lalai dan durhaka.
Ketika mau datang padamu, kau hanya merasa hidup dunia hanya pagi hari saja.

By : Rokhland Rizal Muhammadi

Friday, April 17, 2015

Duhai Syuhada Palestina

Duhai saudara terbaik kami,
Para pejuang palestina,
Selamat atasmu yang telah mendapat mati syahid,
Engkau telah meraih kemuliaan yang tinggi,
Duhai saudara kami,
Sungguh selamat atasmu, selamat atas kemenanganmu,
Engkau sekarang berada di tempat yang tinggi,
Dengan mendapat nikmat dari Allah karena tidak tertipu dengan dunia,
Kau telah mengorbankan jiwamu dan ragamu untuk membela kebenaran tertinggi,
Sekarang giliran kami, untuk meneruskan jalan jihad dan dakwah ini.
"Duhai saudara kami yang masih hidup,
Bersabarlah, tetaplah bersabar, tetaplah bersabar,
Dan jangan putus asa, Dia memang pasti akan mengujimu,
Menguji kesabaranmu, dengan goncangan jiwa dan raga,
Itulah hakikat kehidupan dunia,
Agar Dia membalas sesuai perbuatanmu di dunia,
Sungguh kami ingin sebenarnya kembali ke dunia,
Untuk terbunuh lagi, kemudian hidup dan terbunuh lagi,
Lalu hidup dan terbunuh lagi,
Karena nikmatnya mati dalam membela Agama Allah."
Allah berfirman:
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
"Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki,
mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan bergirang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." (QS Al-Imron: 169-170)



















Itulah Mati syahid tersenyum